Antiknya Seni Mencetak Buku Klasik





Sobat Tamanlitera.com, mungkin kamu penasara, bagaimana ya orang-orang zaman dahulu membuat buku?

Nah, daripada kamu terus-terusan penasaran, berikut ini kami sajikan bagaimana mereka membuat buku.

Ternyata mencetak buku cukup ribet binti repot. Setelah naskah siap cetak, maka operator pencetak akan menata huruf-huruf di lempengan satu per satu. catat ya: huruf per huruf. Biasanya sih, mereka membuatnya per delapan halaman yang nantinya bisa dibolak-balik 

Setelah ditata dan dipastikan huruf-huruf tersebut rapi, tugas selanjutnya adalah menempelkan bantalan busa bertinta basah di atas lempengan huruf-huruf tersebut. Lembaran kertas kosong kemudian dipasang di atasnya dan ditekan. Jadilah lembaran itu dicetak.

Selesai seluruh halaman dicetak, halaman-halaman ini disusun sesuai dengan kateren yang sesuai lalu diurutkan sesuai urutan nomor halaman. Agar bagian punggung halaman yang ditekuk tidak menggelembung, beri pukulan beberapa kali di situ. Pelan saja.

Jahit tumpukan buku ini agar menjadi satu jilidan yang kokoh. Rapikan pinggir halaman dengan memotong bleed halaman. Ikatkan sampul keras dengan jahitan benang jilid. Baru lapisi sampul keras ini dengan kulit. Biasanya menggunakan kulit domba.


Ribet ya? Kamu bisa menengok videonya di sini.


Previous
Next Post »